APA YANG ANDA LAKUKAN KE KONAWE ITU MENYAKITKAN PAK TOLONG INI DIDENGARKAN - Bossman Mardigu Fanbase
APA YANG ANDA LAKUKAN KE KONAWE ITU MENYAKITKAN
PAK TOLONG INI DIDENGARKAN - Bossman Mardigu Fanbase
Kita semua tahu bahwa harta SDA kita yang namanya NIKEL di
keduk habis untuk membuat Tiongkong jadi Raja Batre dunia yang mana harta kita bias
habis tanpa memberikan keuntungan ke Bangsa dan Negara. Apa buktinya kalau
Nikel yang dikeduk itu tidak memberikan keuntungan? Buktinya kita masih cari
HUTANGAN Bernegaranya. Bisik bisik sana sini di warung kopi sudah jadi
pembicaraan umum, namun pejabat yang melindungi perampokan tambang Nikel
terlalu Kuat. Jadi tetap saja pengedukan terjadi dan pengiriman dilakukan besar
besaran tanpa kita ketahui isinya apa yang di kirim tadi. Mau Litiumnya, Ferro
Besi nya apapun yang menempel ikutan yang jauh lebih berharga dari Nikel kita
nggak tahu, orang pejabatnya semuanya baru semua bernegaranya mana ngerti sih
beginian?
Kita ilustrasikan kalau anda pedagang, anda mau beli barang
pasti semurah murahnya. Ingat ya Tiongkok itu Platform berfikirnya dagang. Jadi
kalau beli sesuatu selain minta harga murah pasti minta bonus yang banyak,
dalam dunia tambang pengadukan bahan baku ada di dalam masih All In semuanya
masih ada, mulai dari barang berharga katakana Nikelnya, sampai Impurities atau
barang yang tidak Pure tidak murni seperti tanah dan lain sebagainya masih
tercampur. Lalu di bersihkan, macem macem cara bersihinnya, dileaching, di
proses, sampai membuang barang yang tidak dibutuhkan. Katakana 75% terbuang,
tinggal 25% kalau di bawah 100% ke Tiongkok yang 75% tadi adalah Tai nya
tambang nggak di Perlukan. Makanya, Tai nya di tinggal di Indonesia saja
makanya sekali lagi Tai nya buang di Indonesia saja.
Kalau tadi dari 1 ton produksi tambang Nikelnya 2% setelah
diproses tinggal 25% Nikelnya tetap 2% tapi bukan dari 1 ton, darin 250% kg nah
dalam 250 kg itu ada Fero, ada Litium ada macem macem yang dibayar yang paling
murah, Nikelnya aja. Ferro Nikel, Nikel Laterit dan banyak lagi unsur logam
atau mineral yang sudah di darankan tidak dibayarkan oleh Tiongkok. kita asli
Negara bodoh memang, dan penjajah perampok di kasih karpet merah, dilindungi
dan tidak ada yang sadar. Kalau yang sadar maka segerombol Buzzer pecinta cuan
anti NKRI mulai memecah belah bangsa dengan mencari sisi positif yang kecil di
besar besarkan dari sisi bosnya. Tapi mencari sisi buruk pengkritisi tanpa
solusi dan di puter puter agar rakyatnya tahu pengkritis jadi pendosa.
Apa yang terjadi kalau hal ini di diamkan dalam jangka
pendek bukan jangka panjang? Pendek ya, Negara kita akan miskin, pejabatnya
makin kaya, rakyatnya lapar!!!! Kita hanya mengingatkan arahnya nantinya. Sebagai
contoh sejarah kebodohan penguasa atas kelola sumber daya alamnya, kita kasih
ilustrasi. Ada 3 negara yang akan kita pakai jadi contoh kali ini, yaitu Nauru,
Venezuela, dan Zimbabwe. Phosphate, Oil Bisnis, Berlian Zimbabwe. Nauru di
tahun 1980-an Negara dengan 7000 populasi adalah Negara yang sangat kaya bahkan
terkaya disunia. Nauru adalah salah satu Negara di selatan Pasific. Nauru
menghasilkan Phosphat bahan untuk pupuk. Saking kayanya semua warganya di gratiskan
apapun, sampai ke luar Negeri dibayarin pemerintah di ongkosin, dan ada Joke di
sana, Dollar itu hanya toilet papers, dan ini bukan kiasan, dipakai buat ngelap
pantat beneran. Lalu hasil alamnya habis 20 tahun kemudian, dan Nauru saat ini
miskin yah, Itulah cerita sederhana.
Venezuela, di manja dengan 95% minyak dan gasnya yang di
export membuat Negara ini menjadi Negara Petrodollar. Begitu harga minyak
anjlok dan uang hasil ekspor tadi hanya untuk buat foya foya bukan untuk membangun
sektor lain, Venezuela Hiper Inflasi dan menjadi Negara miskin sekarang ini. Saat
ini ketika harga minyak naik, Venezuela sudah tidak bias produksi lagi, dan
tidak ada Negara mau beli minyak dari Venezuela. Jadilah Venezuela Negara
Pariah, Negara setengah gagal.
Terakhir, Zimbabwe penghasil berlian. Begitu tambang berlian
habis, pecah perang saudara, ambyar Negara Zimbabwe yang tadinya makmur, salah
satu Negara termakmur di Afrika. Kesamaan ketiganya adalah tidak bias mengelola
sumber daya alam dengan baik, dijual murah, di keduk asing, dilindungi pejabat
yang berkuasa pada saat itu, Semoga kita bukan yang ke empat. Wong pinter semua
kok pejabatnya. Gak mungkin lah ditipu Tiongkok, emang kayak Bossman, Bodo beneran!

Komentar
Posting Komentar